Stories

Cincin Berlian Pertama yang Digunakan untuk Melamar

shutterstock-574680877

Jika melihat cincin berlian, pasti yang terbesit di dalam benak Anda adalah momen romantis melamar sang pujaan hati. Tapi tahukah Anda, sebetulnya siapa yang mengawali tradisi ini? Rupanya cincin berlian asli pertama yang digunakan untuk melamar berasal dari kebiasaan Romawi.

Dalam tradisi ini, seorang pria akan memberikan calon pengantinnya sebuah cincin tunangan setelah menerima lamaran pernikahan. Menurut para Antropolog, seorang istri mengenakan cincin yang melekat pada kunci kecil sebagai penunjuk akan kepemilikan pada suami mereka.

Cincin tunangan berlian pertama

Pada tahun 1477, Archduke Maximilian yang berasal dari Austria disebut-sebut sebagai pria yang memberikan cincin tunangan berlian pertama untuk tunangannya, Mary of Burgundy. Tindakan yang dilakukan Archduke Maximilian pada wanita pujaannya ini ternyata memicu tren cincin berlian wanita di kalangan para bangsawan, khususnya bangsawan Eropa. Bahkan, hingga saat ini trend menggunakan cincin berlian dalam sesi tukar cincin menjadi sangat familiar.

Tren cincin tunangan bangsa Victoria

1709217

 

Seraphine diamond ring

Bangsa Victoria yang sentimental mempopulerkan desain cincin tunangan berlian yang dipadukan dengan jenis batu permata lainnya, logam mulia, dan enamel. Seringnya, cincin berlian wanita ini dibuat dengan desain vintage menyerupai bunga dan dijuluki sebagai “posey ring”. Sementara itu, cincin berlian di era Edwardian identik dengan desain cincin yang dipasangkan dengan batu permata lain dengan filigree settings.

Slogan populer “A Diamond is Forever

Di tahun 1947, De Beers mencetuskan sebuah slogan tentang perhiasan berlian yang populer, “A Diamond is Forever”. Dari slogan ini, De Beers ingin menyampaikan makna kepada orang Amerika bahwa ikatan pernikahan itu abadi, untuk selamanya. Kemurnian dan kilau berlian yang cemerlang menjadi simbol bagaimana hubungan komitmen yang mendalam antar pasangan di seluruh dunia.

Adanya pembukaan tambang De Beers di Afrika membuat berlian kini jadi mudah diakses. Di Amerika sendiri pada tahun 1930-an saat permintaan cincin berlian di Amerika menurun lantaran krisis ekonomi. De Beers kemudian mengeluarkan campaign dengan mengeluarkan foto-foto artis dengan image glamor berbalut berlian. Lantaran campaign ini, De Beers berhasil meningkatkan penjualan berlian hingga 50% dalam kurun waktu 3 tahun.

Sejarah potongan berlian yang populer

Selama bertahun-tahun, potongan berlian untuk cincin tunangan yang populer adalah round cut yang terdiri dari 58 facets, membagi batu berlian jadi bagian atas dan bawah. Setelah round cut, posisi diamond cut yang kedua diduduki oleh princess cut, emerald cut, dan oval cut. Belakangan pillow cut menjadi potongan  yang populer sebagai cincin tunangan di kalangan pencinta perhiasan berlian mewah.

Cincin berlian Mondial Dreams

1709215

Cincin berlian terbaru

Cincin berlian adalah model cincin tunangan yang tak lekang oleh zaman. Desain yang klasik, manis, minimalis, dan stylish membuat cincin ini bisa dengan mudah di-combine atau di-stack dengan model cincin lainnya.

Cincin berlian Mondial Dreams hadir dengan berbagai pilihan diamond cut, mulai round cut, pillow cut, pear cut, dan masih banyak lagi. Anda bisa memilih diamond cut cincin berlian ini sesuai selera dan referensi daily outfit Anda.

Cincin berlian Mondial Dreams memang ditujukan untuk perempuan berjiwa muda yang dinamis, modern, dan stylish. Desain fresh dan out of the box menjadikan koleksi ini tetap keren digunakan untuk aksesoris harian. Selain sebagai cincin tunangan dengan makna spesial, cincin berlian wanita ini diharapkan bisa jadi fashion statement untuk penggunanya, yakni wanita muda yang siap tampil beda sehingga selalu menjadi spotlight pada setiap kesempatan.  Cek beragam koleksi perhiasan Mondial dengan mengunjungi halaman website Mondial atau official Instagram Mondial.

 

#Cincinberlian #Cincinberlianasli  #cincinberlianwanita #CincinTunangan #CincinTunanganBerlian #Perhiasanberlian #Perhiasanberlianmewah